Saya melihat “jejak” teman-teman yang mencari contoh buku siswa SMK program keahlian (pariwisata) Boga. Langsung saya teringat, bersama dengan bu Luthfiyah Nurlaela, Bu Niken Purwidiani, dan Bu Lucia Tri Pangesthi (God bless them) saya pernah mengembangkan contoh Buku Siswa untuk SMK pada materi pokok “Dasar Memasak”. Bagi yang kepingin donwnload, silahkan klik: contoh-buku-siswa-smk-tata-boga-mengungkep.pdf
Praktikum Fisika Dasar yang “Dekat” dengan Kehidupan
26 Juli 2009Salah satu problem perkuliahan Fisika Dasar bagi mahasiswa nonmajor fisika adalah relevansi perkuliahan tersebut dengan “dunia nyata” yang ditekuni mahasiswa tersebut. Berkaitan dengan hal itu, saya tidak terlalu setuju dengan pendapat yang dianut berbagai PT besar di Indonesia, yang kurang lebihnya: kompetensi yang dikembangkan pada Fisika Dasar khan udah jelas, dan berlaku universal. Jadi, ajarkan saja Fisika Dasar secara sama untuk mahasiswa berbagai jurusan yang mengambil Fisika Dasar. Nanti mereka akan dapat mengaplikasikan sendiri dalam konteks mereka. Akhirnya, yang terjadi dalam Praktikum Fisika Dasar umumnya adalah “mengukur besaran yang dipelajari”. Sebagai contoh, saat praktikum tentang “Viskositas”, mereka akan belajar mengukur viskositas (misalnya oli) trus menemukan galat dari pengukurannya. Thats all ….. Lantas, kapan mereka berlatih menerapkan konsep ini dalam konteks dunia nyata mereka?
Tentu saja, terdapat kutub pemikiran lain, yang kurang lebih: “Ajarkan konsep Fisika Dasar sesuai konteks mahasiswa”. Jadi, akan ada Fisika Dasar untuk mahasiswa Teknik Mesin yang penekanann konteks permasalahannya berbeda dengan Fisika Dasar untuk Teknik Elektro atau (lebih ekstrimnya) untuk Tata Boga ….. Saya termasuk yang cenderung sepakat dengan kutub pemikiran ini. Saya mencoba mengemas perkuliahan Fisika Dasar (perkuliahan + praktikum (sesi terstruktur) + kegiatan mandiri) untuk mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga. Kegiatan kuliah dipandu dengan multimedia interaktif. Kegiatan praktikum berupa kegiatan pemecahan masalah yang mencoba mengaplikasikan konsep yang didapat melalui multimedia interaktif untuk memecahkan masalah yang relevan (tidak sekedar mengukur besaran tertentu). Berikut ini adalah salah satu contoh LKM untuk maksud tersebut. lkm-visositas.pdf
Pengambilan Keputusan: Bisa dengan Sendirinya?
14 Juli 2009Setiap hari manusia berhadapan dengan berjibun kondisi, persoalan, pilihan, dan sejenisnya yang membuatnya HARUS MENGAMBIL KEPUTUSAN.
Lantas, apa dasar pengambilan keputusannnya? Seberapa tepatkah keputusan yang diambilnya? Pernahkah kita “diajari” cara mengambil keputusan oleh guru ato dosen kita? Jika demikian, apakah Anda yakin cara pengambilan keputusan Anda selama ini tepat???
Untuk langkah awal, klik keterampilan-pengambilan-keputusan.pdf
Segitiga Pengaman dalam Asesmen
12 Juli 2009Asesmen butuh segitiga pengaman???? Walah ……
Klik: segitiga-asesmen.pdf
Dari (Sekedar) Kemampuan Teknis Merambah ke Kemampuan Generik
10 Juli 2009Ketika ditanya, “Apakah IPK merupakan penentu keberhasilan di tempat kerja?”, teman-teman menjawab:
so,.. IPK tinggi belum tentu sukses,…
…. yang lebih mahal banyak..
hayyooo…masihkah kita akan menganggapnya “generic”…?
penelitianku tentang kompetensi komunikasinya bos…terutama untuk mhs calon guru
entah gimana hasilnya..
kalo nemu sumber referensi untuk kompetensi komunikasi guru, boleh dibagi. nanti jadi pembanding bagaimana kualitas mhs calon guru kita..terutama di unesa
jd ketahuan entar kekurangannya apa…
bisa dirancang nanti kita harus apa…
Pusing dengan Penilaian Kinerja (Performance Assessment)?
9 Juli 2009Jika Anda ingin mengenali “binatang” apakah penilaian kinerja (performance assessment) dalam waktu “sesingkat-singkatnya” …… klik: performance-asesmen.pdf
Dua Menit untuk Keterampilan Proses Sains
8 Juli 2009Ingin mengenali KPS (Keterampilan Proses Sains) dalam waktu sesingkat-singkatnya?
Klik di sini keterampilan-proses-sains.pdf
Adakah yang Lebih Penting dari IPK?
7 Juli 2009Pada saat ini telah disadari bahwa apa yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah tidak sepenuhnya serasi dengan kebutuhan lapangan kerja. Berdasarkan hasil survei NACE pada tahun 2002 kepada 457 pemimpin perusahaan tentang kualitas terpenting seseorang, hasilnya berturut-turut adalah kemampuan berkomunikasi, kejujuran dan integritas, kemampuan bekerjasama, kemampuan interpersonal, beretika, motivasi dan inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitis, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detil, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, IPK, kreatif, humoris, dan kemampuan berwirausaha (Irma, 2007). Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa IPK hanya menduduki urutan ke-17 pada indikator dan kemampuan yang mencerminkan kualitas seseorang. Faktor-faktor yang lain, misalnya kemampuan berkomunikasi, kejujuran dan integritas, kemampuan bekerjasama, daya analitis, kepemimpinan, dan lain-lain memegang peranan penting dalam keberhasilan seseorang di tempat kerja.
Senada dengan survei tersebut adalah persyaratan yang diperlukan oleh berbagai perusahaan besar pada iklan kesempatan kerja. Sebagai contoh, sebuah iklan perbankan dan asuransi asing mempersyaratkan kemampuan berkomunikasi dan intonasi yang baik, serta terbiasa bekerja dengan target dan tim, bahkan tanpa mempersyaratkan IPK minimal (Kompas, Sabtu 10 Mei 2008 hal. 37). Sedangkan iklan yang lain mempersyaratkan kemampuan untuk bekerja keras, bersedia bekerja dengan target, berjiwa pemimpin, tegas, dapat bekerja di bawah tekanan, dan mampu mengoperasikan komputer, di samping persyaratam teknis lainnya (Jawa Pos, Sabtu 10 Mei 2008 hal. 11). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat keterampilan-keterampilan yang melintasi semua bidang pekerjaan, yang seharusnya dikuasai oleh lulusan perguruan tinggi.
Selanjutnya ….. tinjauan-tentang-keterampilan-generik.pdf
Pemanfaatan Teknologi untuk Memperkuat Praktik Asesmen Pendidikan IPA: Tanggapan Mahasiswa Calon Guru SD
6 Juli 2009Oleh:
Suryanti, Wahono Widodo, Yoyok Yermihandoko
ABSTRAK
Dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi telah digunakan dalam bidang pendidikan, termasuk pemanfatannya dalam asesmen. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menjelaskan pelajaran fundamental yang dapat dipetik dari awal penerapan ePortfolio sebagai bagian dari asesmen perkuliahan Pendidikan IPA bagi calon pengajar SD. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa S1 PGSD, berjumlah 40 orang. Sistem asesmen ePortfolio memanfaatkan situs penyedia blog yang populer sebagai tempat mahasiswa mengunggah karyanya serta melihat dan mengomentari karya temannya. Pada akhir semester mahasiswa mendapatkan angket tentang empat hasil pembelajaran melalui e-Portfolio: peningkatan keterampilan teknologi, kepercayaan diri, refleksi diri, dan kemauan untuk terus berkembang. Setelah penerapan asesmen e-Portfolio selama 1 semester, pemanfaatan TIK untuk asesmen ePortfolio membuat mahasiswa menyatakan lebih percaya diri untuk memanfaatkan TIK dan meningkatkan keterampilan memanfaatkan TIK, walaupun tidak selalu dimbangi dengan rajinnya mengunggah karya mereka. Penelitian ini juga menunjukkan, melalui asesmen ePortfolio, hampir seluruh mahasiswa subyek penelitian berkeinginan untuk terus berkembang dalam bentuk menampilkan karyanya. Akan tetapi, asesmen ePortfolio ini belum membuat mahasiswa melakukan aktivitas refleksi diri, yang sebenarnya merupakan salah satu kemampuan kunci untuk mengembangkan dirinya. Kemungkinan hal ini disebabkan jangka waktu asesmen ePortfolio yang baru berlamngsung 2 bulan, sehingga kesempatan untuk melakukan hal itu belum ada.
Kata kunci: asesmen ePortfolio, kepercayaan diri, keterampilan TIK, kemauan untuk berkembang, refleksi diri.
Selanjutnya …. tanggapan-terhadap-penerapan-asesmen-eportfolio.pdf
Asesmen Portofolio
6 Juli 2009Pada saat ini dalam dunia pendidikan Indonesia tengah berlangsung ‘pemasyarakatan penerapan Standar Pendidikan’. Di tengah hiruk-pikuknya upaya itu, terselip ‘portofolio’ sebagai salah satu alat penilaian, seperti yang tercantum dalam Buku KTSP SMP (Depdiknas, 2006):
Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Fakta tersebut memperlihatkan, bahwa asesmen portofolio seharusnya juga sudah mulai diterapkan dalam khasanah pendidikan di Indonesia.
Selanjutnya …… asesmen-portofolio.pdf
Ditulis oleh Wahono Widodo