Ketika ditanya, “Apakah IPK merupakan penentu keberhasilan di tempat kerja?”, teman-teman menjawab:
jelas tidak,.. tergantung dari: kabegjan,.. etos kerja,.. motivasi, .. semangat,.. dll.
so,.. IPK tinggi belum tentu sukses,…
so,.. IPK tinggi belum tentu sukses,…
Ratna Palupie at 2:57pm July 7
sblm menjwb, penting u mempertanyakan akuntabilitas dr lembaga yg mengeluarkan ip tsb. skrng bnx lo universts yg jual ijasah -ip. utk kesuksesan dlm bekerja, ipk yg acuntable, adlh bhn dsrnya, diolah dg usaha dan tanggung jwb, d bumbui motivasi, disajikan dg doa dan berserah diri. amin
yang lebih penting dari IPK?
…. yang lebih mahal banyak..
…. yang lebih mahal banyak..
Nasib baik, dan networking, yg lebih diutamakan kalo disini
Yg terpenting ya..pengalaman, kesempatan, etos kerja, EQ, motivasi dan dedikasi, loyalitas, dan hoki
sing penting pinter ubet….
IPK biasanya sbg syarat untuk bs melamar pekerjaan. Urusan sukses atau tdk.. trgantung eksistensi, loyalitas, dedikasi…dll
Danang Tandyonomanu at 7:46am July 9
sekarang tidak banyak lowongan yg mengutamakan IPK tinggi. communication skill, bahasa asing, team work player malah diutamakan. tp itu justru malah dipinggirkan di pendidikan kita…cuma sebagai pemanis saja..tambahan pengetahuan tok…
Wahono Widodo at 9:41am July 9
Yah …. itulah …. karena itu “generic competences”, akhirnya (secara umum) dosen tidak melatihkan di perkuliahan. Kita cenderung melatihkan yang “technical competences”, sesuatu yang dicerminkan di IPK. Lantas, gimanaaaaa?????
nah karena ente menganggapnya “generic competences” itu yang jadinya sebagai dosen juga tidak memperhatikan, karena justru orang yg berhasil itu yg memiliki kelebihan di bidang yang katanya “generic competences” itu.
hayyooo…masihkah kita akan menganggapnya “generic”…?
hayyooo…masihkah kita akan menganggapnya “generic”…?
Kalo dari definisinya, emang itu kompetensi generik (atau minimal keterampilan generik). (Kembali lagi) liat di blog saya. Pertanyaannya kembali lagi: sanggupkah dosen melatihkan itu? Umumnya akan bilang: “Itu bukan kapling saya”. Lalu kapling siapa???? Ada yang bilang: “Itu seharusnya diasah sendiri melalui ekskul”. Teganya …. Saya juga udah coba memetakan: “keterampilan generik apa, sih, yang diperlukan untuk jadi guru yang baik?” Ternyata berjibun jumlahnya. Ntar tak upload
iya sori baru baca..baru bisa ngelink…
penelitianku tentang kompetensi komunikasinya bos…terutama untuk mhs calon guru
entah gimana hasilnya..
penelitianku tentang kompetensi komunikasinya bos…terutama untuk mhs calon guru
entah gimana hasilnya..
kalo nemu sumber referensi untuk kompetensi komunikasi guru, boleh dibagi. nanti jadi pembanding bagaimana kualitas mhs calon guru kita..terutama di unesa
jd ketahuan entar kekurangannya apa…
bisa dirancang nanti kita harus apa…
Naaaahhhh ……, bagi yang masih kepingin tau, ini dia tentang kemampuan generik (cukup 2 menit, udah ada gambaran besar). Klik keterampilan-generik.pdf
wah jawabannya macam2 ya… kelihatnnya tergantung IPK yang menjawab juga…kali
stuju tuh mas..sy rasa “AKU” (ambisi, kenyataan dan usaha) sbg konsep yg paling ideal yg akan menentukan sejauh mana kesuksesan itu dapat diraih bukan pada indeks yg baku yg ktnya jd penentu- toh realitasnya msh bersifat relatif